Naik-naik ke Puncak Gunung!
Januari 7, 2008
BERCENGKRAMA dengan alam merupakan alternatif mengasyikkan untuk cooling down di akhir pekan atau liburan panjang. Setelah sebelumnya disibukkan oleh pernak-pernik kehidupan megapolitan….
Salah satu contohnya mendaki gunung bersama sobat karib atau anggota keluarga. Namun perkara mendaki gunung tidak sama dengan jalan-jalan ke mal…ada safety procedure (prosedur pengamanan) yang harus dipenuhi! Apa saja yang perlu dibawa dan dipersiapkan agar perjalanan naik gunung tetap aman dan terasa nyaman? Berikut beberapa tips perlengkapan penunjang yang perlu dibawa untuk para calon pendaki:
1.Carrier (Tas besar) untuk menampung seluruh peralatan naik gunung.
2. Matras. Fungsinya untuk alas duduk atau dapat juga digunakan sebagai pelapis di dalam carriel agar terlihat rapi.
3. Tenda. Besar kecilnya tenda ditentukan pula oleh jumlah kelompok pendaki. Untuk lebih praktis, gunakan bivoac/ shelter dengan menggunakan jas hujan atau plastic shelter.
4. Rain coat. Jas hujan khusus untuk para pendaki, yang berguna untuk melawan udara dingin dan menghalau terpaan hujan.
5. Sleeping bag Kantung tidur untuk menyelimuti tubuh dan berguna sebagai alas tidur tentu saja!
6. Senter, lilin, dan baterai cadangan, juga lampu badai. Biasanya dipakai jika sudah berada di atas gunung atau pada malam hari saja.
7. Topi kupluk, sarung tangan, dan kaos kaki tebal, juga sepatu track untuk pendakian diperlukan sepatu khusus karena sepatu biasa memang terlalu riskan, dikhawatirkan tidak sesuai dengan kondisi alam. Jangan coba-coba membawa sepatu hak tinggi; biarpun seksi, tak ada gunanya!
8. Pakaian secukupnya berupa jaket, kaus lengan panjang, dan celana panjang kasual dengan bahan yang kuat dan nyaman pakai. Tak usah yang terlalu fancy, macan hutan juga tak sudi menyaksikan fashion show di hutan…in fact, they prefer you naked! wink wink….
9. Kompas dan alat tulis. Kompas digunakan sebagai penunjuk jalan dan alat tulis diperlukan untuk mencatat rute perjalanan.
10. P3K (obat-obatan) dan food suplemen, juga makanan instan/kalengan serta minuman mineral.
11. Peralatan makan seperti piring, gelas, sendok, garpu yang terbuat dari plastik.
12. Peralatan memasak/trangia. Bentuknya seperti rantang bersusun dan dapat digunakan untuk memasak air, menanak nasi, atau menggoreng. Juga jadi senjata saat diserang buaya…hehehe
13. Golok tebas. Untuk membuat pasak tenda atau untuk menebas track yang tertutup ilalang. Walaupun termasuk bagian dari safety procedure, namun untuk gunung-gungung tertentu penggunaannya tidak diperbolehkan oleh para penjaga pos karena track pendakian sudah ada.
14. Pisau lipat dan tali dengan panjang 5 meter atau lebih. Tahu dong gunanya? Yang jelas bukan untuk lomba tarik tambang.
15. Alat dokumentasi. Kamera misalnya atau handycam.
16. Teropong sebagai alat pengamatan mengetahui kondisi medan. Juga mengintip….
17. Trash bag atau kantung sampah
18. Tisu gulung hmmmm…untuk apa, ya?
19 Surat keterangan dari pemuka setempat atau ketua organisasi apabila pendakian gunung tertentu.
20. Kartu identitas diri. Siapa tahu perlu kenalan dengan keluarga orang hutan? He…he…he….
Tidak sedikit ternyata peralatan yang harus dibawa kan? Waah…seperti pindahan saja, ya? Akan tetapi demi keamanan selama pendakian semua peralatan tersebut wajib dibawa. Perlengkapan itu dibawa sekadar untuk berjaga-jaga karena keadaan alam dan perubahan cuaca yang tak dapat dibaca dan diduga.
Waktu pendakian pun harus diperhitungkan dengan benar. Biasanya para pendaki gunung berangkat pagi-pagi atau menjelang subuh agar dapat mencapai puncak pada saat matahari terbit. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan tindakan selama pendakian untuk tidak merusak alam sekitar. Tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan sewaktu hendak ditinggalkan. Berbicaralah dengan bahasa bumi, maka alam akan memperlakukan kita layaknya sahabat.
Berikut ini Gw Kasih 2 Buah Foto gw selama perjalanan di Gunung Gede n Merbabu …
2. Merbabu
kalo Mw liat Yg versi lengkapnya Liat aja disini
adakah yg berminat untuk ikut melihat keindahan Bumi Indonesia dari ketinggian ?????
Wakzzz … Tagihan Internet Rp. 800 Juta !!!!!!
Desember 19, 2007
Bisa dibayangin Gk klo Kalian, kalian dan kalian yang mendapatkan tagihan internet sampai Rp. 800 Juta ….
Bisa Jual rumah, jual, badan sampe jual kolor x ya ….
seperti yang dialami Piotr Staniaszek dari Kanada …..
saking asyiknya Browsing gk kerasa Bo Tagihannya meledak …..
kLo gK percaya Info Lengkapnya ada DISINI …………..
Dokter Gila
Desember 18, 2007
Tulisan ini didapat dari sebuah forum tempat ane maen …
Sekedar share aja ……
Monggo di Baca Yakzzz …
22.28
Bulan sedang menuju tepat ke jantung malam…
sayup suara orang berbincang di jalan terdengar riang dalam gelut malam minggu
untuk beberapa puluh menit mata terfokus ke arah monitor setelah melirik jam
dan peluh mulai mengharuskan badan dibersihkan untuk memulai ritual istirahat
baru saja resluiting terperancah dan jaket di kebas untuk digantung
ketika diluar sana terdengar kegaduhan, sekitar 15 meter dari pusat syaraf
bunyi roda motor berdecit dengan rem, beradu dengan aspal…
seketika dalam sepersekian detik otak langsung mengirim sinyal ramalan
bahwa yang terjadi selanjutnya adalah seperti biasa, tumbukan besar…
entah antara motor dengan aspal, motor dengan tiang listrik, atau…
kemungkinan terburuk adalah daging dengan sesuatu…
dan ketika suara tumbukan terakhir dengan efek suara dramatis,
berhasil menghentikan untuk sesaat seluruh jalan darah,
menyedot semua kesadaran reflek untuk bergerak,
akhirnya datang juga imajinasi itu…
gambaran terburuk di luar sana…
Tolong jangan sampai sesuatu terburuk yang terjadi,
hanya itu pinta dalam batin, sambil bergegas kembali menyambar jaket,
dan kotak P3K.
=====================================
Tulisan ini ditulis sebelum tulisan ini, dan akhirnya gue posting untuk everyone, setelah menimbang-nimbang baik dan buruk resiko-nya. Mudah-mudahan resiko negatif lebih kecil daripada resiko positif-nya. Dan mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi tambahan pengetahuan kita, terutama bagaimana menghadapi peristiwa serupa kelak.
Emang paling enak ‘tuh ‘numpahin uneg-uneg di blog, daripada media massa. Dan uneg-uneg ini ‘udah terpendam ratusan tahun eh maksud gue… pokoknya ‘udah terpendam sejak lama, jaman gue masih bocah cilik gitu ‘lah. Yang gue maksud dengan uneg-uneg disini adalah kekesalan gue terhadap sikap dokter yang tindakan-nya tidak mencerminkan profesi yang dipilih mereka sendiri. Sorry… tulisan ini sama sekali tidak ditujukan untuk mendiskreditkan profesi tertentu, atau untuk tujuan mencemarkan nama baik, atau untuk tujuan cari popularitas *kalo dokter yang gue maksud baca blog gue ini yah*, atau untuk menebar kebencian terhadap profesi tertentu. Enggak.
Tulisan ini semata murni UNEG-UNEG.
Kalau ada yang sampai protes terhadap tulisan curhat gue ini, mohon disampaikan melalui jalur pribadi, dan mohon maaf juga nih, gue pasti baca tapi ‘gak janji akan gue layani.
=====================================
Setelah dulu waktu kecil pernah mengalami tindakan dari dokter yang menyebabkan surutnya kepercayaan gue terhadap profesi satu ini, beberapa kali situasi yang sama terjadi dan terlewatkan begitu aja dalam hidup gue, termasuk kejadian yang menurut gue termasuk malpraktek yang dilakukan dokter RS ***tuuuttt**** terhadap rekan gue satu rumah yang mengalami luka bakar hebat sehingga harus segera dilakukan tindakan operasi. Berhubung aja temen gue orang-nya pasrah-an dan mohon2 ke gue untuk ‘gak cari gara-gara sama dokter-nya, maka gue ‘gak tulis deh kisah-nya di sini.
Dan episode terakhir berhubungan dengan dokter yang bikin gue naik darah ini terjadi malam ini, Sabtu 8 Desember 2007. Ketika terjadi kecelakaan di depan rumah yang mengakibatkan seorang gadis 18 tahun bernama Wulan sempat ‘gak sadar beberapa saat setelah kejadian.
Begitu terbiasa dengan suara-suara motor di depan rumah yang jatuh terguling entah karena jalanan licin dan kurang hati-hati pengendara-nya, atau karena bertabrakan dengan motor lain, membuat gue sedikit hapal dengan perkiraan hasil akhir kejadian tersebut, dari suara yang ditimbulkan. Kali ini sungguh dramatis, dan gue ‘gak yakin sendiri apakah kotak P3K yang gue sambar dalam kalut menghambur menuju ke jalanan depan rumah akan berguna.
Wulan masih tergeletak di tepi jalan ketika orang-orang mulai mengerumuni. Gue segera minta tolong ke orang-orang yang ada entah itu siapa, untuk segera ‘mindahin Wulan ke dalam rumah, paling enggak membaringkan di sofa ruang tamu akan membuat dia sedikit lebih nyaman. Walaupun gue sendiri khawatir karena Wulan ‘nggak merespon cubitan di tangan dan tepukan di pipi, akhirnya gue sedikit lega waktu akhirnya beberapa menit kemudian Wulan mulai membuka mata. Waktu ditanya bagaimana rasanya, Wulan diam aja ‘gak ada reaksi, hanya bola mata yang berputar dan juga kepala terkulai.
Heran dengan cukup banyak noda darah di lengan baju, akhirnya gue dan rekan mulai memeriksa sekujur tubuh Wulan yang ‘gak ada luka sama sekali kecuali lecet bekas kena aspal yang mengeluarkan darah di kaki. Segera gue semprot spray anti infeksi itu luka, dan cukup lega mendengar Wulan merintih “sakiiiiiittttt”, waktu luka-nya disemprot. Tapi tetap aja kami heran dari mana noda-noda darah di lengan itu…
Setelah sibuk meneliti dan memastikan ‘gak ada masalah dengan patah tulang, akhirnya kami memberanikan diri untuk membalikkan badan Wulan, dan dari situ baru kami menyadari… luka di kepala Wulan cukup besar. Dan genangan darah beku di rambut panjang-nya mendukung perkiraan kami. Gunting rambut dan handuk basah segera melakukan tugasnya, rambut panjang-nya sangat lebat. Namun kejadian selanjutnya sungguh membuat kami takut… Wulan mulai muntah-muntah dengan hebat-nya…
Berbekal seadanya tanpa persiapan memadai kami langsung menuju rumah sakit yang terletak sekitar 400 meter dari rumah. Dan Wulan masih muntah-muntah di dalam mobil. Sampai di UGD RS Permata Bunda yang letaknya di perempatan jalan, perawat jaga yang ditemui menyatakan tidak sanggup menangani, membuat kami harus bergegas menuju RS berikutnya di daerah menuju Depok Timur. RS Hermina yang cukup besar ini sempat menerima Wulan di dalam UGD, dan dokter jaga di dalamnya menyarankan untuk segera dilakukan CT Scan, melihat luka yang besar di kepala dan tonjolan hitam di mata Wulan. Kami oke saja mengangguk menyetujui. Dan ternyata… di RS inipun alat CT Scan tidak ada. *sigh*… Terpaksa Wulan kami pindah lagi dari bed ke dalam mobil untuk mencari rumah sakit yang cukup besar dan mempunyai alat CT Scan.
Sampai di RS Sentra Medika, Cimanggis.
Wulan cukup cepat dipindah dari mobil menuju bed. Walaupun perawat jaga yang ada juga kurang dibantu oleh rekan-rekan mereka di rumah sakit, malah akhirnya kami sendiri yang turun tangan. Dokter jaga saat itu langsung memeriksa Wulan dan perawat mulai menginterogasi kami bagaimana kejadian-nya. Sampai disini gue masih merasa tidak ada masalah, sampai ketika dokter jaga yang memeriksa kepala Wulan berkata, “ini luka-nya cukup mengkhawatirkan juga, perlu CT Scan…”
“Iya dokter, mohon segera diambil tindakan aja” , kami langsung mengiyakan. Selanjutnya, dokter bertanya ulang, “Mau langsung di CT Scan, atau di rawat dulu?”
Lho… mulai aneh pertanyaan-nya sih, tapi… ya sudahlah berhubung lagi panik dan khawatir keadaan Wulan, kami langsung menjawab ulang, “langsung CT Scan aja dok”. Untuk tambahan informasi, dalam perjalanan menuju rumah sakit yang juga mendebarkan itu, gue menghubungi keluarga dan kerabat Wulan untuk memastikan bahwa tindakan gue tidak menyalahi dan melanggar hak-hak orang lain. Ketika gue tanya, “mas, dokter di rumah sakit menyarankan dilakukan CT Scan, apakah diperbolehkan Wulan di CT Scan, dan bagaimana mengenai biayanya, maaf?” dan mereka bilang silahkan ambil tindakan terbaik & ‘gak masalah dengan CT Scan… akhirnya menurut gue ya cukup wajar, ketika gue menyampaikan kehendak keluarga ke pihak rumah sakit. Yang penting gue tidak merasa melanggar hak orang lain, itu aja.
Menit-menit berikutnya, gue mulai mondar-mandir antara UGD – Radiologi, mengisi formulir, dan ‘agak mengganggu perawat di ruang Radiologi yang entah sedang apa di balik tirai, sebelum akhirnya gue menerima tagihan biaya CT Scan… Rp. 600.000,-
Gue agak berperang dalam batin ketika menerima tagihan itu, antara menyesal ‘nggak well prepared pergi ke rumah sakit *ya begimana lagi namanya juga buru-buru yah… masih bisa bawa mobil menuju rumah sakit dan sampai dengan selamat aja ‘udah untung alhamdulillah*, dan membayangkan kalau ‘nggak cepet dilakukan CT Scan ‘emang seberapa parah sih, keadaan Wulan?
Akhirnya gue berinisiatip langsung tanya ke dokter jaga di UGD,
“dokter, pasien apa harus segera di CT Scan sekarang atau ‘nunggu keluarga dahulu?”
Dokter menjawab, “sebaik-nya segera” …
Gue bilang lagi, “kalau gitu bisa ‘ngga dokter, kalau pembayaran dilakukan sebagian dahulu atau setelah dilakukan CT Scan, karena uang sedang dibawa keluarga dalam perjalanan?”…
“Wah itu terserah bagian radiologi, coba anda tanya ke sana, kami hanya melaksanakan CT Scan atau tidak, tapi kebijaksanaan administrasi yang menentukan ada di bagian radiologi langsung”, kata dokter itu lagi.
“Oh, oke dokter, saya ke sana lagi”, gue bilang sambil melirik ke Wulan di bed UGD dan agak bingung… kog… belum diapa-apain dokter yah… sementara itu gue lihat di ruangan ada beberapa dokter dan perawat yang sedang santai-santai sms dan ‘ngobrol.
Terpacu oleh kenyataan bahwa kalau gue ‘nggak cepet ke bagian Radiologi lagi, nanti Wulan kenapa-kenapa, gue mempercepat langkah dan tanya suster di Radiologi:
“mbak, mmm… kalau pembayaran-nya nanti setelah keluarga dateng atau sebagian dulu bisa ‘nggak? Jadi pasien di CT Scan dulu sekarang…”
“Wah kalau itu terserah bagian UGD mba, saya cuma jalanin mesin CT Scan aja disini…”, kata suster bikin jantung gue mak nyossssss… dan langsung menyadari cepat… gila ada apa ini kog gue dilempar-lempar begini. Dengan wajah agak memelas dan mohon supaya suster mengerti akhirnya gue bilang:
“mbak, mmm tadi saya baru dari UGD dan dokter di sana minta supaya saya ke sini minta persetujuan mbak, apa mbak bisa konfirmasi telepon ke UGD aja daripada saya bolak-balik lagi?”
Dengan muka jelas langsung asem, suster tersebut menelepon bagian UGD, dan kembali menjelaskan ke gue bahwa prosedur tindakan memang begitu, bahwa gue harus bayar dulu, baru CT Scan dilaksanakan.
“Walaupun saya bayar sebagian dahulu apa ‘gak bisa juga mbak?”, tanya gue lagi.
“Wah kalau itu masalahnya silahkan mbak tanya ke bagian kasir…”, yang mana ketika gue ke sana juga dibilang gue harus minta persetujuan dokter jaga dahulu.
Weks…
Buru-buru gue menuju UGD lagi, dan bertanya:
*sambil melirik bed Wulan… loh kog belum diapa-apain juga nih Wulan, masih teronggok aja di bed?*:
“Dokter, saya benar-benar bingung… sebaiknya Wulan harus cepat di CT Scan atau tidak, saya dan keluarga berharap cepat ada tindakan, tapi terus terang uang yang ada belum cukup. Saat ini keluarga sedang menuju kemari bawa uang. Bagaimana dokter?”
“Ya kami hanya menjalankan prosedur di rumah sakit ini saja, ibu…”, kata dokter itu lagi.
“Saya mengerti dok, tapi saya bingung, CT Scan itu benar-benar dibutuhkan atau tidak untuk Wulan? Kalau persoalan-nya uang, kami mau membayar sebagian dahulu, tapi tetap katanya harus persetujuan dokter. Saya sendiri khawatir tadi dia muntah-muntah begitu hebat”, dengan nada agak mulai naik dikiiitttt…
Dan dokter itu mulai membentak gue di depan Wulan dan beberapa REKAN SEJAWAT-nya:
“Bagaimana mau di CT Scan kalau pendarahannya belum berhenti!!! Ibu harus mengerti ini!!!”
Kesadaran langsung terhempas.
Tapi gue masih punya harga diri sedikit:
“Kalau pendarahan-nya harus dihentikan sebelum CT Scan, kenapa tidak dari tadi dihentikan, dokter? Mungkin tidak di-CT Scan dahulu tidak masalah, tapi saya lihat Wulan masih belum diambil tindakan apapun dari tadi, sejak saya mondar-mandir ke Radiologi?”, dengan suara mulai agak tersendat, kalut dengan emosi dan airmata yang hampir tumpah.
“Maksud ibu apa???”
“Maksud saya, apakah pak dokter terhormat tega, kalau nanti melihat Wulan mati tanpa penanganan di sini?”, suara gue makin lirih…
“ITU BUKAN URUSAN SAYA!!!!!”
Gelegar kata-kata dokter itu semakin menghempas gue ke pojokan yang betul-betul berupa pojokan ruang UGD. Untuk sesaat gue sulit bernafas. Kenyataan memang pahit, tapi sangat terasa kental-nya pahit ketika elu mencoba menerima kenyataan, bahwa kepercayaan yang selama ini dibangun, untuk percaya bahwa dokter adalah penolong sesama MANUSIA, hancur berkeping-keping. Ruang kepercayaan itu masih ada, tapi lantai-nya malam ini kembali dinodai. Sulit untuk menghapus noda-noda dalam kenangan itu.
Detik-detik selanjutnya adalah episode drama ketika:
“Bukan… urusan… dokter…”, ucap gue lirih terbata dalam perih yang tersendat pahit menguar… mengulang kata-kata dokter yang terdengar jumawa di telinga. Lalu, bagai tersengat lebah dokter-dokter lain dalam ruangan UGD tersebut mulai berhamburan menghampiri Wulan yang teronggok bagai daging tanpa harga di bed UGD. Bagai kupu-kupu yang mulai menyadari, ada sekuntum bunga elok di balik semak berduri, yang wajib dikerumuni. Bagai para penambang emas yang tiba-tiba menemukan sebongkah emas dalam tambang. Well, daging sapi yang masih berdarah-darah aja di supermarket masih berlabel HARGA, yang jelas menunjukkan BENDA BERHARGA. Dan manusia bernama Wulan ini sama sekali tidak ada harga-nya di mata dokter yang ‘udah membentak gue.
dr. Abraham, dr. Sanny, dr. Della & perawat Fauziah,
serta dokter yang membentak gue, membelakangi kamera.
Sementara gue masih tersendat di pojokan UGD, masih berusaha menghimpun kepercayaan yang terserak atas apa yang telah terjadi. Entah… mungkin para dokter yang tadi asyik nongkrong tidak mempedulikan Wulan, mulai sadar bahwa mereka adalah dokter, yang harus menolong sesama, yang kesulitan dalam fisik yang terluka. Tapi gue ‘udah ‘nggak peduli kenyataan itu. Kenyataan-nya yang ada sekarang adalah… dokter jaga yang satu itu… yang seperti-nya berwenang disitu… dalam kata-kata yang diucapkan dengan jelas… ‘nggak peduli sama nasib Wulan, sebagai sesama MANUSIA.
Dan episode selanjutnya, adalah ketika luka di kepala Wulan yang sudah mencapai tahap pembengkakan hampir sebesar bola tenis, akhirnya dijahit.
gambar ini gue ambil disela proses penjahitan yang belum selesai,
ketika ada dokter yang menyingkir sebentar dan akhirnya menyelesaikan 7 jahitan.
Luka pertama ini cukup besar dibanding luka kedua di belakang telinga kanan.
Dan gue hanya bisa pasrah, di pojokan UGD sambil berucap dalam hati… apakah harus melalui ini semua, setiap tindakan dalam ruang UGD dilakukan? Apakah harus ada pembuktian jumawa seorang dokter di balik jubah putih-nya, dengan kata-kata yang dikeluarkan? Apa yang hendak dibuktikan dari semua ucapan dokter itu? Dan berapa banyak sudah pasien yang mungkin mati infeksi karena telat ditangani dokter yang belum mengumbar jumawa-nya, seperti yang telah dilakukan dokter ini di depan kami?
Kematian atau cacat mungkin adalah takdir, tapi ‘nggak perlu campur tangan kita untuk mempercepat kematian itu atau memperburuk keadaan. Usaha semaksimal mungkin untuk mencegah yang terburuk, itu yang penting.
Gue bukan hendak sok pahlawan atau sok tahu dengan semua teori kedokteran bahwa ini dan itu, yang jelas dalam pikiran gue sebagai MANUSIA, ketika ada seseorang terlihat terluka di depan elo, entah elo dokter atau bukan, entah manusia itu hampir mati atau hanya merintih, entah manusia itu musuh atau sahabat kita, harus segera diambil tindakan untuk mencegah supaya manusia itu tidak tambah menderita. Itu aja. Gak perlu teori harus CT Scan-lah, rontgen-lah, MRI-lah…
Sedangkan kucing aja disayang-sayang & ditangisi kalau luka dikit… manusia bernama Wulan ini, hanya teronggok di UGD sementara kepala bocor-nya mulai membengkak dan terus mengeluarkan darah dan cairan yang entah apa lagi…
Untuk sesaat memejam mata, gue berharap ini semua cuma mimpi. Perlahan gue keluar ruang UGD dan agak terduduk bersandar di pagar taman. Masih seperti mimpi, gue mulai tersadar ketika bed Wulan mulai didorong oleh suster dan satpam *mungkin untuk memastikan kita ‘gak kabur kali… gapapa deh yang penting langsung ada tindakan* melewati gue menuju… Ruang Radiologi. Yes…. thanks God… batin gue sambil mengusap muka.
Begitu keluarga datang, gue langsung menuju tempat parkir dan segera pulang untuk melupakan episode mimpi ini. Menurut kerabat yang gue telepon, Wulan harus dalam pengawasan dokter. Dan sampai sekarang, kondisi-nya belum pulih kesadaran-nya. Gue cuma bisa berdoa yang terbaik untuk Wulan…
…. sekali lagi, tulisan ini murni curhat, uneg-uneg.
…. kalau ada yang tersinggung, mohon dimaafkan, namun demikian bila ada reply, mohon untuk tidak bernada membela dokter yang sudah membentak gue di depan Wulan. Karena itu sangat menyakitkan dan belum bisa gue lupakan, apapun alasan-nya,…
…. semata hanya agar tidak terulang kembali episode ini, maka gue tulis di sini.
…. dan semoga rekan-rekan yang berprofesi dokter dan membaca, tidak sama dengan dokter yang sudah membentak gue.
Dimanakah Letak Hati Nurani Seorang Manusia ?????
Pelacuran Dimana-mana
Desember 7, 2007
Iseng Gk ada kerjaan ……………
Browsing eh malah dapet artikel tentang pelacuran …..
parahnya lagi anak2 skola yg menjual demi diri demi uang …..
info lengkapnya ada disini ………
silahkan dibaca dan direnungi …..
sedikit ane kasih gambar2nya n bisa diliat juga disini …… Disini … dan Disini ….
Mungkin Hanya Segitu dulu aja x ya ….
nanti klo dh dapet yg baru2 di Post ulang ….
Hehehehe ………….
:BB17+ Mode On:
Iseng ….. Baru Bikin Blog sambil Chating aM bU dEcy …..
Desember 7, 2007
iT’s mY fIrsT Post at WP ….
lOm ngerTi juga sIh …..
iSeng-iSeng aja sAmbil cHat sama Bu Decy ….
nGomongin mAslah ISP yG makIn laMa mKin LetLet + aNcur aJ ….
Berikut hAsil cHat aM .. Bu Decy ….
th_clwn25 (07/12/2007 11:28:37):
desy yayoex (07/12/2007 11:31:36): weeeeekkk malah ketawa
th_clwn25 (07/12/2007 11:32:17):
desy yayoex (07/12/2007 11:38:48):
desy yayoex (07/12/2007 11:38:57): ngguh nakal
desy yayoex (07/12/2007 11:38:59): smuana nakal
th_clwn25 (07/12/2007 11:39:09): kenapa
desy yayoex (07/12/2007 11:39:52): dikerjain ma ISP
desy yayoex (07/12/2007 11:39:52): koneksi ternyata diputus2
th_clwn25 (07/12/2007 11:40:22):
th_clwn25 (07/12/2007 11:40:27): gk usah dibayar aja
th_clwn25 (07/12/2007 11:40:28):
desy yayoex (07/12/2007 11:40:54): iyah
desy yayoex (07/12/2007 11:40:54): ga bakal tak bayar!!!
desy yayoex (07/12/2007 11:40:54): kurang ajar banget!!!
desy yayoex (07/12/2007 11:40:54): bikin dongkol
th_clwn25 (07/12/2007 11:41:07): iya bener
th_clwn25 (07/12/2007 11:41:09): setuju
desy yayoex (07/12/2007 11:45:29): liat ajah dse bales tar
desy yayoex (07/12/2007 11:45:29): acak2 aja serverna!!!!
desy yayoex (07/12/2007 11:45:29): eh bisa ga sih
desy yayoex (07/12/2007 11:45:29): hihihihi
desy yayoex (07/12/2007 11:45:29): apa diacak2 rumahna
th_clwn25 (07/12/2007 11:46:21):
th_clwn25 (07/12/2007 11:46:55): acak2 aja tuh ISP kurang ajar
desy yayoex (07/12/2007 11:47:35): bakar ajah ispna
desy yayoex (07/12/2007 11:47:41): setuju ga ngguh
th_clwn25 (07/12/2007 11:47:48): setuju banget
desy yayoex (07/12/2007 11:47:55):
desy yayoex (07/12/2007 11:48:14): masalahna gini
desy yayoex (07/12/2007 11:48:19): smua warnet yg pk ISP ini nasibna sama
desy yayoex (07/12/2007 11:48:28): lemodd n sering g konek
desy yayoex (07/12/2007 11:48:42): nah ispna jg buka warnet
desy yayoex (07/12/2007 11:48:59): coneksi yg paling bagus warnetnya dia
desy yayoex (07/12/2007 11:49:05): kurang ajar ga tuh namana
th_clwn25 (07/12/2007 11:50:18):
th_clwn25 (07/12/2007 11:50:28): kasih virus aja tuh warnetnya
desy yayoex (07/12/2007 11:50:53): dse males ke warnet itu
desy yayoex (07/12/2007 11:51:04): gmn crna biar virusna mpe sono yak
th_clwn25 (07/12/2007 11:51:18):
th_clwn25 (07/12/2007 11:51:33): suruh orang bawa flashdisk yg sudah terinfeksi virus aja
desy yayoex (07/12/2007 11:52:28): bener jg tu yah
desy yayoex (07/12/2007 11:52:31): syapa yah
desy yayoex (07/12/2007 11:52:35):
th_clwn25 (07/12/2007 11:52:36):
desy yayoex (07/12/2007 11:55:14): dosa ga yah?
desy yayoex (07/12/2007 11:55:37):
th_clwn25 (07/12/2007 11:57:51): nggak
desy yayoex (07/12/2007 11:59:28):
th_clwn25 (07/12/2007 12:06:04):
th_clwn25 (07/12/2007 12:06:10): udah kasih aja virus
desy yayoex (07/12/2007 12:06:31): eh lul
desy yayoex (07/12/2007 12:06:41): eh salah ngguh
th_clwn25 (07/12/2007 12:06:45):
desy yayoex (07/12/2007 12:06:47): halah…
th_clwn25 (07/12/2007 12:06:51): kangen ya ama alul
desy yayoex (07/12/2007 12:07:00): dse pusing
desy yayoex (07/12/2007 12:07:02): nih
th_clwn25 (07/12/2007 12:07:08): pusing napa
desy yayoex (07/12/2007 12:07:28): kangen ma smuana dsitu
desy yayoex (07/12/2007 12:07:32): dse kmren dah kirim email ke ispna
th_clwn25 (07/12/2007 12:07:35):
desy yayoex (07/12/2007 12:08:29): lah malah dibales kttna server kita yg ada gangguanna
desy yayoex (07/12/2007 12:08:31): kurang hajar
th_clwn25 (07/12/2007 12:08:42): masa sih
th_clwn25 (07/12/2007 12:08:48): suruh dateng aja tuh teknisi
desy yayoex (07/12/2007 12:09:05): dia itu ga berani nemuin dse
desy yayoex (07/12/2007 12:09:19): dse datengin ajah ga pernah ada
desy yayoex (07/12/2007 12:09:31): ga profesional bgt
th_clwn25 (07/12/2007 12:09:35):
th_clwn25 (07/12/2007 12:09:38): serem x
desy yayoex (07/12/2007 12:09:43): dia minta no hp dse
desy yayoex (07/12/2007 12:09:46): dse ga mau
desy yayoex (07/12/2007 12:10:01): dse suruh tlp ke kantor ga maudesy yayoex (07/12/2007 12:10:23): coba maunya apa?
th_clwn25 (07/12/2007 12:10:32): masa dia minta no. hpnya dcy …
th_clwn25 (07/12/2007 12:10:41): mw smsan x ama decy
desy yayoex (07/12/2007 12:11:56): dse ga ksih
desy yayoex (07/12/2007 12:12:03): ngguh..
desy yayoex (07/12/2007 12:12:19): ada kepikirn mo jual radio n antenana nih
desy yayoex (07/12/2007 12:12:26): trus mo ganti aja pk speede
th_clwn25 (07/12/2007 12:12:32): masa mw pk speedy
th_clwn25 (07/12/2007 12:12:35):
desy yayoex (07/12/2007 12:12:53): speedy
desy yayoex (07/12/2007 12:12:53): lah mau pk apa lgi
desy yayoex (07/12/2007 12:12:57): disini cm ada 1 isp
desy yayoex (07/12/2007 12:13:08): speedy ajah bru bisa bln januari
th_clwn25 (07/12/2007 12:13:20):
desy yayoex (07/12/2007 12:13:22): gmn coba tanggung jwb dse ke sekolah
th_clwn25 (07/12/2007 12:13:47): bIlang aj lom ada jaringan internet di tempat decy
desy yayoex (07/12/2007 12:15:35): biaya yg dah sekolah kluarin buat internet tuh banyak loh ngguh
th_clwn25 (07/12/2007 12:15:47): klo pake CBN gimana ???
th_clwn25 (07/12/2007 12:15:51): udah bisa lom ????
th_clwn25 (07/12/2007 12:16:09): lumayan mahal sih tp yahh lumayan bagus juga
desy yayoex (07/12/2007 12:16:12): CBN Isp jg?
th_clwn25 (07/12/2007 12:16:15): yupzzzz
th_clwn25 (07/12/2007 12:16:21): ada broadband ada adsl
desy yayoex (07/12/2007 12:16:24): laaahhhh belom ada lah
th_clwn25 (07/12/2007 12:16:25): tinggal pilih
desy yayoex (07/12/2007 12:16:35): disini ni kota kcil ngguh
th_clwn25 (07/12/2007 12:16:42):
th_clwn25 (07/12/2007 12:16:49): ko kesannya ndeso bgt ya
th_clwn25 (07/12/2007 12:16:57):
desy yayoex (07/12/2007 12:17:00): isp yg berdiri cm 1
th_clwn25 (07/12/2007 12:17:03):
desy yayoex (07/12/2007 12:17:12): trus daerahna dikelilingi bukit
desy yayoex (07/12/2007 12:17:17): susah kaannn
th_clwn25 (07/12/2007 12:17:19):
th_clwn25 (07/12/2007 12:17:41): kayanya klo mw ganti ISP ya cuma Speedy aja x ya
th_clwn25 (07/12/2007 12:17:49): truz antena sama radionya gimana ????
desy yayoex (07/12/2007 12:18:12): iyah
th_clwn25 (07/12/2007 12:18:18):
th_clwn25 (07/12/2007 12:18:23): kiloin aja
desy yayoex (07/12/2007 12:18:30): nah itu dia antena n radio yg jadi masalah
desy yayoex (07/12/2007 12:18:36):
th_clwn25 (07/12/2007 12:18:38): balikin aja ke ISP nya
desy yayoex (07/12/2007 12:18:58): digantung kali dse ma org2 dit4 dse krja
desy yayoex (07/12/2007 12:19:07): ko dibalikin
desy yayoex (07/12/2007 12:19:10): mang mau
desy yayoex (07/12/2007 12:19:16): kan dah jdi milik kita
th_clwn25 (07/12/2007 12:19:17): dia kan bisa jual lagi
th_clwn25 (07/12/2007 12:19:23): ya kita jual lah
th_clwn25 (07/12/2007 12:19:35): kan decy belinya di dia juga kan ???
th_clwn25 (07/12/2007 12:19:40): jual lagi aja ke dia ….
desy yayoex (07/12/2007 12:22:33): waaahhhh…masalahna dse dah ga mau urusan lgi ma tu orang
th_clwn25 (07/12/2007 12:22:42): yeee biar selesai lah
th_clwn25 (07/12/2007 12:22:48): klo gk gtu gk selesai2 dong
desy yayoex (07/12/2007 12:23:43): ys klo dianya mau beli
desy yayoex (07/12/2007 12:23:43): klo ternyata dianya malah nusuk dse dri belakang piye
desy yayoex (07/12/2007 12:23:51): kyana mang ada indikasi mo menjatuhkan dse nih
th_clwn25 (07/12/2007 12:24:05): waduh2 tambah berat nih permasalahannya ….
desy yayoex (07/12/2007 12:24:11): (halah bahasana kaya politik ajah)
th_clwn25 (07/12/2007 12:24:16): udah ganti ISP aja
kAreNa bU dEcy tErpuTuz keMbali kOneksinYa jD yA cuMa Sekian dAn terima kAsih …
mOhoN maaf Klo kUrang Berkenan Ya Bu Decy kLo hAsil Chat Kita paGi hAri iTu nGguh Post ….
kLo ad yG perlU di Klarifikasi dan diMintaI keJelaSannya HubUngi nGguh aJ yAkzz ……
terNyata Gk cUma dIteMpat gW yG ISP na bErmaSalah ……
mAsih aD yG leBih pArah tErnyata …..
Kesimpulannya : sing sAabar WaE lah …..
Edited : mY Pendaringan Dulu skR dah ResiGn … Hohohohoho
Desember 5, 2007
Cuma mw ngasih Tw aja wajah2 Polos MP Kisamaun ….
IGO teruzz kerjaannya sampe komputer 8 PC hank semua tuh …
untuk saat ini dia manusia paling populer diantara yang lainnya ……..
ada disebelah kiri dan kanan …
Ubai : Katanya si Si Raja Download
Faisal : Tukang Blog yNg hidupnya Mungkin Hanya untuk Blog
MT Admin MP Kisamaun Yang bawaannya Pusing teruzzz tapi sayang Udah Resign Doi …
It’s Aing ……..
………………………………………………………….
Yang Nyengirnya Kaya Kuda Itu Ya dia ….
Dia Masuk Kembali ke MP Kisamaun Setelah My MT Admin MP Kisamaun Resign
Mungkin Hanya Segini dulu aja ……….
Nanti klo sempet bakalan Update Teruzzz ….
Wakakakaka ….. apa sih …..
SI Raja IGO
November 6, 2007
Dear all Buat temen2 yang mau mudik lebaran , selamat jalan yee … Nyang naik kereta api
, pesawat terbang
, kapal laut
ataupun bawa mobil sendiri
harus tetap waspada. Yang menggunakan kapal laut, hati-hati kalau ketemu
atau
,buat yang pake pesawat jangan ngebut-ngebut yah,ntar
malah nggak nyampe-nyampe. Buat yang bawa mobil sendiri, patuhi rambu2
,selain menghindari urusan dengan
juga agar tidak terjadi hal2 yang tidak diinginkan
atau
. Kalo ada yang mudik pake motor (ada gitu?)
jangan lupa siapin sparepart
dan jangan kebut-kebutan
,berbahaya!! ! Ada yang masih bermasalah dengan tiket ?Jangan coba-coba pake sepeda
atau cara ini ya
dijamin tahun depan baru nyampe tujuan.Mending nggak usah mudik deh, kan bisa ngurus rumah
, taneman
,piaraan
atau ngerjain hobi lain yang selama ini belon sempet
. Satu lagi, ati2 bagi yang mudik bawa istri yang lagi hamil
, dan bawa anak yang masih kecil
jangan panik
kalo ada yang agak ‘nggak biasa. Itu wajar kok.
OK deh guys, have a nice trip yah N Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H. Mohon Maaf Lahir & Bathin …. !!!!
iSenk aBz SaHur ….
Oktober 4, 2007
Abis sahur 03.34 WIB at Gerai MP Kisamaun yG seMakin hRi semakIn ga Jelazz …
Sambil Denger The Rock “Munajat Cinta” …
Mau Pulang Masih Malem bGtzz …
Si Paijo Dh MoloR …
bT jUga siH ….
IseNg-IseNg Coret-cOret …
aP yaNg hAruZZ gW laKukan bWt EsOk …
uGhhh … gOd … SeMakin HarI maKin bInuN nH ….
lOm GaJian Lagi …
mAna sI KacAmaTa nGaJak jAlaN hR saBtu …
gA eNk jUga aM si PaiJo nGaJak tUkeRan ShiFt ….
aPaLah DaYa gW gA bS bAtaLin jAnjI gW aM 3 OrAng …
sOrRy jO …
gA kErasa uDh Jam 4 …
pErsIapAn bAliK niH ….
HauhUHAuahaHuahuaAH ….
GUNUNG GEDE (2958m) PANGRANGO (3019m)
September 29, 2007
Mulai 1 April 2002 untuk mengunjungi Taman Nasional Gn.Gede-Gn.Pangrango diberlakukan sistem booking, 3-30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 orang per malam, 300 melalui Cibodas, 100 melalui Selabintana, 200 melalui Gunung Putri. Pendaftaran pendaki hanya dilanyani di Wisma Cinta Alam kantor Balai Taman Nasional Gn. Gede-Pangrango pada hari kerja (senen-jumat) pada jam kantor. Pos Cibodas, Gn. Putri dan Salabintana sudah tidak melayani ijin pendakian. Hanya sebagai pos kontrol.
Pemerintah Hindia Belanda menetapkan kawasan hutan seluas 150 km2 di puncak Gunung Gede Pangrango (Kabupaten Cianjur) sebagai suaka alam pada tahun 1889. Pemerintah RI kemudian mengubah status wilayah Gede Pangrango menjadi Taman Nasional pada tahun 1980.
CUACA
Gede Pangrango adalah salah satu tempat di pulau jawa yang terbanyak curah hujannya, rata-rata pertahun mencapai 3.000 hingga 4.200 mm. Musim Hujan dimulai pada bulan Oktober hingga bulan mei dengan curah hujan lebih dari 200 mm setiap bulannya, dan lebih dari 400 mm perbulannya diantara bulan Desember hingga Maret dan taman biasanya ditutup. Taman nasional ini sangat penting untuk menyerap air hujan.
Saat terbaik untuk mengunjungi taman maupun pendakian adalah diantara musim kemarau sekitar juni hingga september, dimana pada saat itu curah hujan turun dibawah 100 mm. Suhu rata-rata berfariasi dari 18ºC di Cibodas hingga kurang dari 10ºC di puncak gunung gede dan pangrango, dengan kelembaban diantara 80% dan 90%. Pada malam hari suhu di puncak gunung bisa mencapai dibawah 5ºC, sehingga bagi setiap pendaki gunung harus membawa jaket tebal. Pendaki juga perlu berhati-hati karena pohon-pohonan mudah tumbang.
Kelembabannya sangat tinggi terutama di hutan pada malam hari, namun pada musim kemarau di puncak gunung berubah turun pada malam hari sekitar 30% hingga siang hari naik mencapai 90%.
PINTU MASUK TAMAN
Bagi setiap pengunjung wajib minta ijin di pintu masuk taman yang dapat diperoleh di kantor Cibodas. Pengunjung dapat memasuki taman lewat beberapa pintu diantaranya:
intu Cibodas (Cianjur) merupakan pintu masuk utama dan kantor pusat taman. Berjarak kira-kira 100 km dari Jakarta / 2,5 jam dengan mobil, 89 km dari Bandung / 2 jam naik mobil. Pintu Gunung Putri (Cianjur) dekat dengan Cibodas dan dapat dijangkau lewat Cipanas atau Pacet. Pintu Selabintana (Sukabumi) berjarak 60 km dari Bogor / 1,5 jam naik mobil, dan 90 km dari Bandung / 2 jam naik mobil. Jalur ini sudah ditutup, karena ada beberapa tempat yang terkena longsor sehingga kita harus merangkak melalui pinggiran jurang dengan tali. Untuk itu diperlukan ijin khusus dan harus dengan pengawalan ranger. Pintu Situgunung (Sukabumi) berjarak 15 km dari Selabintana ke arah Bogor. Jalur menuju puncak Gunung Gede dan Pangrango memiliki jalur yang sangat jelas, kecuali pintu masuk Situgunung.
PERATURAN PENDAKIAN
1. Semua pengunjung wajib membayar tiket masuk taman dan asuransi. Para wisatawan dapat membelinya di ke empat pintu masuk. Ijin khusus diperlukan bagi pendaki gunung atau wisatawan yang dari Cibodas menuju Air terjun Cibeureum melanjutkan ke Air Panas. Wisatawan yang menuju Air terjun Cibeureum lewat Selabintana. Dari perkemahan Bobojong memasuki Taman Nasional lewat Gunung Putri.
2. Bagi para pendaki gunung harus minta ijin ke kantor pusat taman di Cibodas, 3-30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 orang per malam.
Jam buka kantor pengurusan ijin:
Senin – Kamis jam 07.30 – 14.30
Jumat jam 07.30 – 11.00
Pendaki harus menyerahkan photo copy KTP atau Surat ijin Orang Tua bagi yang belum memiliki KTP.
3. Penjaga akan memeriksa barang-barang bawaan dan perijinan sebelum memasuki taman.
4. Dilarang membawa binatang ke dalam taman.
5. Dilarang membawa senjata tajam termasuk pisau dan peralatan berburu.
6. Dilarang membawa perlengkapan radio dan bunyi-bunyian ke dalam taman, ijin khusus diperlukan bagi pengguna “walkie-talkie”.
7. Dilarang membuat api unggun yang beresiko tinggi penyebab kebakaran hutan.
8. Dilarang mengganggu, memindahkan, atau merusak barang-barang milik taman. Termasuk mencorat-coret batu atau pohon.
9. Dilarang memetik bunga atau mencabut tanaman.
10. Mendakilah mengikuti jalur utama. Memotong jalur dapat merusak taman dan juga sangat berbahaya.
11. Jangan tinggalkan sampah, sangat sulit dan lama untuk membersihkan sampah dan botol-botol di gunung. Bawa kembali semua sampah ke luar taman.
12. Jangan mecemari atau mengotori sungai, pada saat mandi jangan gunakan sabun atau bahan pencemar lainnya.
13. Melapor kembali ke penjaga taman ketika meninggalkan taman dan menyerahkan surat ijin masuk.
14. Dilarang membawa minumam beralkohol ke dalam taman.
KEBUTUHAN MINIMAL
Bagi para pendaki kebutuhan utama yang harus dipenuhi adalah:
1. Perlengkapan minimal pendakian: pakaian hangat, sleeping bag bila ingin menginap di gunung, jas hujan atau pakaian tahan air, perlengkapan obat-obatan.
2. Bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup (non-alkohol).
3. Dilarang mendaki sendirian, sedikitnya harus tiga orang dalam suatu kelompok dan sebisa mungkin dibimbing oleh orang yang sudah hafal betul dengan jalurnya.
PINTU CIBODAS & GUNUNG PUTRI
Jalur terbaik adalah melalui Cibodas, karena kita dapat menikmati keindahan satwa dan beberapa tempat menarik seperti Telaga Biru, air terjun Ciberem dan Air Panas. Terutama sekali kita dapat menemukan aliran air sepanjang jalan hingga pos Kandang Badak suatu pos persimpangan jalan antara Gunung Gede dan Pangrango.
Cibodas atau Gunung Putri dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum jurusan Jakarta – Bandung. Turun di Cipanas atau pertigaan Cibodas, disambung dengan mobil angkutan kecil jurusan Cipanas – Cibodas, atau Cipanas – Gunung Putri. Selain dikenakan tiket masuk Taman dan Asuransi, pengunjung diwajibkan meninggalkan photocopy Tanda Pengenal dan menunjukkan Tanda pengenal asli.
Melalui Cibodas puncak Gunung Gede dapat ditempuh selama 5 jam dan puncak Gunung Pangrango dapat ditempuh selama 7 jam. Sedangkan melalui Gunung Putri puncak Gunung Gede dapat ditempuh selama 9 jam.
Dari jalur Cibodas, terdapat beberapa pos peristirahatan yang berupa bangunan beratap yang sangat bermanfaat untuk berteduh dan menghangatkan badan. Sebaiknya tidak mendirikan tenda di dalam pos karena mengganggu para pendaki lainnya yang ingin berteduh.
Sebelum pos Kandang Batu kita akan melewati suatu lereng curam yang sangat berbahaya, yang dialiri air panas, pendaki perlu ekstra hati-hati karena sempit dan licin namun banyak pendaki berhenti untuk menghangatkan badan. Sebaiknya tidak berhenti di sini sangat menggangu pendaki lainnya, selain itu sebaiknya menggunakan sepatu, panasnya air sangat terasa bila kita hanya menggunakan sandal.
Mandi di sungai di Pos Kandang Batu ini yang berair hangat sangat menyegarkan badan, menghilangkan capek dan kantuk. Membantu melancarkan aliran darah yang beku kedinginan. Jangan gunakan sabun, odol, shampoo, karena banyak pendaki mengambil air minum di sungai ini. Membuka tenda di Pos ini sangat mengganggu perjalanan pendaki lainnya.
Meninggalkan Pos Kandang Batu kita akan melewati sungai yang kadang airnya deras sehingga hati-hati dengan sendal yang dipakai. Celana panjang mungkin perlu digulung, namun bila air sungai sedang tenang (tidak ada hujan di puncak) kita bisa melompat di atas batu-batu. Mendekati Kandang Badak, kita akan mendengar suara deru air terjun yang cukup menarik dibawah jalur pendakian. Kita bisa memandang ke bawah menyaksikan air terjun tersebut, atau turun ke bawah untuk mandi bila air tidak terlalu dingin.
Bagi pendaki sebaiknya mengisi persediaan airnya di pos Kandang Badak, karena perjalanan berikutnya akan susah memperoleh air. Setelah kandang Badak perjalanan menuju puncak sangat menanjak dan melelahkan disamping itu udara sangat dingin sekali. Disini terdapat persimpangan jalan, untuk menuju puncak Gn.Gede ambil arah ke kiri, dan untuk menuju puncak Gn.Pangrango ambil arah kanan. Persiapan fisik, peralatan dan perbekalan harus diperhitungkan, sebaiknya beristirahat di pos ini dan memperhitungkan baik buruknya cuaca.
Puncak Gede sangat indah namun perlu hati-hati, kita dapat berdiri dilereng yang sangat curam, memandang ke kawah Gede yang mempesona.
Dibawah lereng-lereng puncak ditumbuhi bunga-bunga edelweis yang mengundang minat untuk memetiknya, hal ini dilarang dan sangat berbahaya. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Gunung Gede-Pangrango.
Dari puncak Gede kita bisa kebawah menuju alun-alun SuryaKencana, dengan latar belakang gunung Gumuruh. Terdapat mata air yang jernih dan tempat yang sangat luas untuk mendirikan kemah. Dari sini kita belok ke kiri (timur) bila ingin melewati jalur Gunung Putri, dan untuk melewati jalur Selabintana kita berbelok ke kanan (barat).
Route Pendakian :
JAKARTA - GUNUNG GEDE – PANGRANGO
|
|
Rute |
Jarak |
Kendaraan |
jalan |
|
1 |
Jakarta - Cipanas ( arah Bandung ) |
100km |
2,5 jam |
|
|
2 |
Cipanas – Taman Cibodas ( Pintu Masuk ) |
|
30 mnt |
|
|
3 |
Cibodas – Danau Biru |
|
|
30 mnt |
|
4 |
Danau Biru – Kandang Batu ( Air Panas ) |
|
|
2 jam |
|
5 |
Kandang Batu – Kandang Badak |
|
|
1,5 jam |
|
6 |
Kandang Badak – Puncak Gede ( 2.958 Mdpl ) |
|
|
1 jam |
|
7 |
Kandang Badak – Puncak Pangrango ( 3.019 Mdpl ) |
|
|
3 jam |
|
8 |
Puncak Gede – Alun Alun Suryakencana |
|
|
30 Mnt |
Sumber : Balai TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango) & Mbah Google



